Terdapat beberapa cara untuk
mengintegrasikan berbagai sumber energi terbarukan berbeda jenis ke dalam suatu
sistem hibrid. Secara garis besar intergrasi tersebut dapat
diklasifikasikan pada dua kategori, kopling arus searah (AS) dan kopling arus
bolak balik (ABB). Kopling ABB kemudian dapat dibagi lagi menjadi kopling arus
bolak balik frekuensi rendah (ABBFR) dan kopling arus bolak balik frekuensi
tinggi (ABBFT).
Showing posts with label Elektronika Daya. Show all posts
Showing posts with label Elektronika Daya. Show all posts
28 November 2015
31 October 2011
Lingkungan Tropis: Kaitannya Terhadap Elektronika Daya, Energi Terbarukan, dan Distributed Generation (DG)
Iklim tropis di wilayah Indonesia memiliki kondisi udara yang lembab. Kelembaban relatif tahunan rata-rata melebihi 80% di hampir kebanyakan bulan sehingga mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri [1]. Kelembaban dapat mencapai maksimum 100% selama malam dan dini hari, dan turun drastis mencapai minimum pada siang hari dari 30 – 55% hingga sore hari.Perubahan iklim global akhir-akhir ini juga turut mempengaruhi iklim indonesia dimana musim penghujan berlangsung lebih sebentar dari biasanya, bahkan dibeberapa wilayah jarang terjadi hujan. Polusi oleh partikel natural seperti debu tanah, partikel organik yang konduktif, atau partikel yang higroskopis banyak disaat sebelum masa penghujanan [2]. Biasanya di akhir musim kering sebelum musim penghujanan, daerah sekitar pinggiran pantai banyak terkena polutan yang berasal dari laut.
Subscribe to:
Posts (Atom)